Dari Kampus ke Lapangan: FKM Unimus Bekali Mahasiswa Kesehatan Masyarakat untuk Jadi Problem Solver di Dunia Nyata

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (FKM Unimus) terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, FKM Unimus menyelenggarakan Pembekalan dan Penguatan Mahasiswa dalam Mengimplementasikan Problem Solving Cycle pada 4–5 Agustus 2025 di Dinas Kesehatan dan sejumlah puskesmas mitra. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa semester akhir Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat sebelum mereka diterjunkan ke lapangan untuk menjalani magang di berbagai instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga masyarakat.

Kegiatan pembekalan magang ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter profesional mahasiswa. Dekan FKM Unimus, Prof. Dr. Sayono, S.K.M., M.Kes (Epid), dalam sambutannya menegaskan pentingnya magang sebagai sarana pembelajaran kontekstual. “Magang bukan hanya kewajiban akademik, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mempraktikkan ilmu yang dipelajari, serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan puskesmas mitra yang berbagi pengalaman lapangan tentang bagaimana kebijakan dan program kesehatan dijalankan di tingkat masyarakat. Sementara itu, Nurina Dyah Larasaty, S.K.M., M.Kes, selaku koordinator kegiatan, memberikan arahan teknis seputar pelaksanaan magang, termasuk tata tertib, sistem penilaian, dan etika kerja di lapangan. Ia mengingatkan bahwa setiap mahasiswa harus menjaga citra almamater dengan menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan komunikatif.

Lebih dari sekadar pembekalan, kegiatan ini juga menekankan penerapan Problem Solving Cycle pendekatan berpikir sistematis dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat. Mahasiswa diajak untuk memahami tahapan identifikasi masalah, analisis penyebab, perencanaan solusi, implementasi, hingga evaluasi. Pendekatan ini diharapkan membentuk pola pikir ilmiah dan adaptif sehingga mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif di masyarakat berdasarkan bukti nyata (evidence-based practice)

Suasana pembekalan berlangsung interaktif dan inspiratif. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai tantangan yang mungkin dihadapi selama magang, serta berbagi ide untuk memperkuat kontribusi mereka di instansi tempat mereka ditempatkan. Acara ditutup dengan pantun motivatif yang menggugah semangat para peserta:

“Pagi hari menjemur kain, sambil minum teh hangat terhidang.
Magang dijalani sungguh-sungguh, wahai kawan,
Agar pengalaman jadi bekal yang gemilang.”

Melalui kegiatan ini, FKM Unimus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan soft skills dan karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang berintegritas. Pembekalan magang menjadi simbol kesiapan mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan, mengamalkan ilmu, serta menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.

Dengan mengusung semangat “Learning by Doing, Serving with Heart”, FKM Unimus berkomitmen terus menguatkan jembatan antara dunia akademik dan dunia praktik, membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berdaya ubah di tengah masyarakat.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments