FKM Unimus Gelar Kajian Tarhib Ramadhan: Puasa sebagai Sistem Pembentukan Ketaqwaan Holistik
![]() |
![]() |
![]() |
Semarang – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan Kajian Tarhib Ramadhan dengan tema “Puasa: Landasan Syariat, Hikmah Ilahiah, dan Pembentukan Ketaqwaan Holistik.” Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Dr. KH. Zuhad Masduki, M.A. sebagai pembicara dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan S1 Ilmu Keolahragaan.
Dalam sambutannya, Dekan FKM Unimus, Prof. Dr. Sayono, S.KM., M.Kes. (Epid), menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam yang sarat dengan peluang peningkatan kualitas spiritual dan profesional.
“Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Banyak hal istimewa di dalamnya yang akan membawa kita pada peningkatan ketaqwaan. Alangkah indah jika kita memandang Ramadhan bukan sekadar masa yang berisi kewajiban, tetapi sebagai sebuah sistem yang melatih kita menuju ketaqwaan,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah ﷺ:
“Man shāma Ramadhāna īmānan waḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.”
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari no. 1901; Muslim no. 760)
Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan hanya ibadah ritual, tetapi momentum transformasi diri yang menghadirkan ampunan dan pembinaan spiritual secara menyeluruh.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. KH. Zuhad Masduki, M.A. menjelaskan bahwa puasa merupakan instrumen strategis untuk mencapai derajat takwa melalui tiga dimensi utama.
![]() |
![]() |
Pertama, puasa melatih kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Kesadaran ini membentuk pengawasan internal (self control) sehingga seseorang terdorong untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Kedua, puasa mengajak umat Islam meneladani sifat-sifat Allah (asmaul husna) dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai rahmah, sabar, dan adil akan mengantarkan manusia kepada derajat takwa serta menjadi benteng dari siksa duniawi maupun ukhrawi.
Ketiga, puasa berfungsi sebagai media tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa. Melalui pengendalian hawa nafsu, pembatasan konsumsi, dan peningkatan kualitas ibadah, seseorang menjalani proses pematangan spiritual yang berdampak pada karakter dan integritas sosial.
Kegiatan Kajian Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari komitmen FKM Unimus dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Momentum Ramadhan diharapkan mampu memperkuat integrasi nilai-nilai keislaman dalam kinerja profesional, pelayanan pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat Ramadhan, FKM Unimus berikhtiar menjadikan bulan suci ini sebagai sistem pembinaan ketaqwaan yang holistik—mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan profesional. Agung/Meylida (Humas FKM)












