FKM UNIMUS Selenggarakan Workshop Pembaharuan Renstra, Hadirkan Sekretaris Majelis Diktlitbang PP Muhammadiyah

Semarang – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menyelenggarakan Workshop Pembaharuan Rencana Strategis (RENSTRA) Fakultas dan Program Studi pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang 815 Lantai 8 GKB 3 UNIMUS mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktlitbang) PP Muhammadiyah. Workshop diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tim perencana pengembangan kelembagaan di lingkungan FKM UNIMUS.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKM UNIMUS, Prof. Dr. Sayono, SKM., M.Kes. (Epid) yang menyampaikan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum tholabul ‘ilmi di bidang perencanaan dan pengembangan kelembagaan.

Ia menekankan pentingnya penyusunan RENSTRA yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dokumen akreditasi, tetapi benar-benar menjadi arah strategis yang hidup dalam setiap langkah pengembangan fakultas dan program studi.

Renstra Bukan Sekadar Dokumen, tetapi Ruh Perubahan
Dalam pemaparannya, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D. mengapresiasi inisiatif FKM UNIMUS yang secara proaktif melakukan pembaharuan RENSTRA dengan pendekatan konseptual yang lebih mendalam.

 

Ia menegaskan bahwa Renstra tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal yang hanya ditanyakan saat akreditasi atau Audit Mutu Internal. “Renstra harus menjadi ruh langkah pengembangan institusi ke depan,” tegasnya.

Pada bagian awal materi, narasumber memaparkan kerangka berpikir perencanaan strategis yang bertumpu pada tiga aspek utama: (1) Masalah – sesuatu yang harus diselesaikan karena jika dibiarkan akan mengganggu keberlangsungan institusi; (2) Kebutuhan – sesuatu yang bersifat positif dan perlu dipenuhi; dan (3) Potensi – sesuatu yang sudah dimiliki institusi dan perlu dikembangkan secara optimal.

Menurutnya, Renstra harus mampu merumuskan perubahan ke depan: kondisi seperti apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya secara sistematis.

Theory of Change sebagai Landasan Konstruksi Renstra
Salah satu konsep penting yang dibahas adalah Theory of Change (ToC). Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D. menjelaskan bahwa ToC membantu institusi merancang proses perubahan dari kondisi saat ini menuju kondisi ideal yang dicita-citakan.

Melalui pendekatan ini, fakultas didorong untuk memastikan adanya kesinambungan antara: (1) Activity (kegiatan); (2) Output (hasil langsung); dan (3) Impact (dampak jangka panjang). Keterhubungan yang logis antara ketiga komponen tersebut menjadi kunci agar perubahan yang dirancang tidak bersifat parsial, tetapi berkelanjutan.

Komitmen Menuju Pengembangan Berkelanjutan
Workshop ini diharapkan menjadi fondasi dalam penyusunan Renstra FKM UNIMUS yang lebih visioner, terukur, dan berorientasi dampak. Dengan pendekatan filosofis dan metodologis yang lebih kuat, FKM UNIMUS meneguhkan komitmennya untuk terus bertumbuh dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Melalui pembaharuan Renstra yang lebih sistematis dan berbasis Theory of Change, FKM UNIMUS menegaskan arah pengembangan institusi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga proaktif dalam menciptakan masa depan yang lebih unggul dan berkelanjutan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments