FKM Unimus Gelar Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan

SEMARANG, FKM UNIMUS – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan di Desa Mojorebo, Grobogan, Sabtu (13/10). Kegiatan itu merupakan salah satu kegiatan dari program “Membangun Desa” yang termasuk dalam salah satu program dari Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Batch 3 yang diraih Universitas Muhammadiyah Semarang Tahun 2023.

Program “Membangun Desa” dilaksanakan selama empat bulan di Desa Mojorebo dan Desa Jono Kabupaten Grobogan. Dalam kegiatan itu diikuti sebanyak 20 mahasiswa prodi S1 Kesehatan Masyarakat.

Upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan di Desa Mojorebo telah dilakukan oleh mahasiswa sejak bulan Agustus 2023. Program Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan dilaksanakan pada, Sabtu, 13 Oktober 2023, dan diikuti oleh 20 kader kesehatan Desa Mojorebo.

Kegiatan itu melibatkan mahasiswa dan dosen berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Semarang, seperti Prodi D3 dan S1 Kebidanan, Prodi D3 Gizi, Prodi S1 Gizi dan S2 Gizi. Kegiatan meliputi penyampaian materi oleh mahasiswa prodi kebidanan dan gizi, terkait kesehatan pada ibu hamil dan menyusui. Termasuk kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diisi oleh Dosen D3 Gizi, Rr. Annisa Ayuningtyas, S.Gz, M.Gz tentang Gizi pada Lansia. Mahasiswa Gizi juga melakukan demo masak makanan tambahan untuk balita yang berguna untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis pangan lokal di daerah tersebut.

Pada kegiatan tersebut, Ka Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Dr. Ir. Rahayu Astuti, M.Kes menyampaikan bahwa saat ini diperlukan pengetahuan dan ketrampilan kader yang memadai, dalam upaya peningkatan layanan di Posyandu yang meliputi berbagai sasaran dengan pendekatan siklus hidup seperti remaja, calon pengantin, ibu hamil, menyusui, ibu yang mempunyai anak balita, anak sekolah dan juga kelompok lanjut usia. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan RI terkait Pelayanan Kesehatan Masyarakat Era Transformasi Layanan Primer di Posyandu.

“Kemenkes telah menentukan 3 fokus Integrasi Layanan Primer (ILP) yaitu, 1) Siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan sekaligus sebagai fokus penguatan promosi dan pencegahan; 2) Mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun; 3) Memperkuat Pemantau Wilayah Setempat (PWS),” terang Rahayu Astuti.

Lanjutnya, kegiatan Membangun Desa ini diapresiasi secara positif dan didukung oleh Kepala Puskesmas Wirosari 2 Tri Wiji Lestari, S.ST.Keb, dan juga Kepala Desa Mojorebo Edi Hartono, SE serta Ka BPD Desa Mojorebo Bp Sutrisno, SKM, MAP. Termasuk perangkat desa, bidan desa dan kepala dusun di Desa Mojorebo. Hal itu karena program ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader, layanan Posyandu dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat. (Rahayu Astuti)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments