Pengajian dan Buka Bersama FKM Unimus: Menjalani Puasa dengan Gembira untuk Meraih Berkah dan Ketakwaan
![]() |
![]() |
![]() |
Semarang – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan pengajian dan buka puasa bersama Ramadan 1447 H pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FKM 815 Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Unimus ini mengangkat tema “Puasa Ramadan dengan Gembira untuk Meraih Berkah, Sehat, dan Ketakwaan.”
Pengajian menghadirkan Ustadz Dr. H. Agus Siswanto, M.M. sebagai pembicara dan diikuti oleh seluruh dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan FKM Unimus yang terdiri dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Ilmu Keolahragaan, dan Magister Kesehatan Masyarakat, serta tamu undangan dan pegawai Gedung Kuliah Bersama 3.
Dalam sambutannya, Dekan FKM Unimus Prof. Dr. Sayono, S.KM., M.Kes. (Epid) mengajak seluruh sivitas akademika untuk mensyukuri nikmat Allah dengan terus melakukan kebaikan dalam setiap aktivitas. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan di bulan Ramadan.
“Nikmat Allah itu tidak terhingga. Karena itu kita perlu mensyukurinya dengan melakukan yang terbaik dalam setiap aktivitas. Biasanya pada waktu seperti ini dosen dan tenaga kependidikan sudah pulang untuk berbuka bersama keluarga. Namun hari ini kita masih berkumpul di sini untuk mengikuti pengajian dan buka bersama. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Siswanto menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu ditentukan oleh kekayaan, melainkan oleh kualitas iman dan ketakwaan seseorang.
“Tidak setiap orang bisa menjadi kaya, tetapi setiap orang diberi kesempatan untuk bahagia. Bahagia dan kemuliaan sejati dibangun di atas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar manusia tidak terlarut dalam kesedihan hingga melupakan berbagai nikmat yang telah Allah berikan.
“Jangan sampai satu kesedihan membuat kita melupakan seluruh nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi takwa adalah kesadaran bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendirian, karena Allah senantiasa mengetahui dan melihat setiap perbuatan hamba-Nya.
“Takwa adalah kesadaran bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Kita mungkin merasa tidak ada yang melihat, tetapi Allah selalu melihat kita,” jelasnya.
Dalam konteks menjalani Ramadan, Ustadz Agus mengajak jamaah untuk menjalankan puasa dengan penuh kegembiraan dan dilandasi ilmu. Menurutnya, ilmu memiliki peran penting dalam membimbing amal.
“Cara menjalani puasa dengan gembira adalah berpuasa dengan ilmu. Jangan sampai rajin beribadah tetapi tanpa ilmu. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan amal adalah makmum yang mengikutinya,” tuturnya.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Berilmulah sebelum kamu berbicara, sebelum kamu beramal, dan sebelum kamu beraktivitas.” Selain itu, ia juga menyampaikan hadis riwayat Ahmad: “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah ia berilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia berilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya maka hendaklah ia berilmu.”
Kegiatan pengajian berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan shalat Maghrib berjamaah serta buka puasa bersama, yang semakin mempererat ukhuwah di antara sivitas akademika FKM Unimus.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, kebersamaan, serta membangun budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Agung/Meylida Humas FKM










