Mahasiswa Unimus berikan penyuluhan SEHATI (Sehat di era teknologi) di Pandan Indah, Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia

Dalam rangka kegiatan pengabdian Masyarakat yang bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan Masyarakat, Nikmatul Maula dan Anissa Putri Rialifka, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, berkesempatan memberikan penyuluhan kepada anak- anak migran di Sanggar Belajar Al-Miftah Pandan indah, Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat yang di selenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat, diikuti oleh dua mahasiswa. Peserta dari kegiatan ini Adalah anak-anak migran 5-15 tahun di wilayah Pandan Indah dan sekitarnya. Penyuluhan yang dilakukan Anissa Putri Rialifka serta game edukatif yang dilakukan oleh Nikmatul Maula dan di bimbing oleh dosen kami ibu Yeni Indriyani S.K.M., M.P.H. yang menyoroti isu Kesehatan mental pada anak- anak dan remaja dalam penggunaan teknologi masa kini.
Berdasarkan Pedoman WHO untuk Anak & Remaja (5–17 Tahun) Dalam WHO Guidelines on physical activity and sedentary behaviour (2020), menyoroti bahwa perilaku sedentari (termasuk rekreasi dengan layar) berhubungan dengan hasil kesehatan yang lebih buruk. Sayangnya, Menurut laporan WHO Regional Office for Europe 2024, proporsi remaja yang dikategorikan sebagai “problematic social media users” (penggunaan media sosial bermasalah) meningkat dari 7% (2018) menjadi 11% (2022). Organisasi Kesehatan Dunia mengartikan bahwa kesulitan mengontrol penggunaan, withdrawal saat tidak menggunakan, mengabaikan aktivitas lain, dan mengalami konsekuensi negatif dalam kehidupan sehari-hari karena media sosial.
“ Remaja sering bermain gadget terutama game on line dan sosial media karena banyak dari mereka dibebaskan dan kurang mendapatkan perhatian orang tua karena sibuk bekerja. Kecanduan ini bisa menjadi awal gangguan mental yang lebih serius, jelas Anissa saat ditemui, Selasa (11/11).

Dalam kegiatan SEHATI berlangsung hampir dua jam, anissa dan nikmatul memaparkan materi mengenai:
- Pencegahan Kesehatan mental pada anak anak karena sering menggunakan gadget
- Dampak negatif dan positif menggunakan gadget dan,
- Cara merawat Kesehatan mental di usia muda
Sesi ini dikemas secara interaktif, dengan pendekatan diskusi dan game edukatif simulasi. Anissa dan Nikmatul mengajak para siswa siswi untuk berbagi pengalaman, berdialog tentang cara menjaga Kesehatan mental serta berdiskusi bagaimana cara menggunakan gadget di waktu yang tepat mengenai Solusi berbasis komunitas. Penyuluhan ini dimulai dengan menonton video animasi anak kecanduan gadget yang diambil dari youtube. Setelah itu Sesi penyuluhan dipaparkan disertai sesi tanya jawab dipandu oleh Anissa, dan ditutup dengan game edukasi TESABEN (tebak salah benar) menggunakan kartu yang dipandu oleh Nikmatul.
“ Jangan abaikan tugas tugas yang di berikan oleh orang tua dan guru, ujarnya kepada anak anak migran. Sebanyak 17 siswa-siswi hadir dalam penyuluhan ini di damping oleh wali murid masing masing dan 3 guru pendamping ikut hadir dalam penyuluhan ini. Antusiasme terlihat sejak awal sesi berlangsung, terlihat dari banyak wali murid mengaku baru pertama kali mendapatkan pengetahuan dampak penggunaan gadget berlebihan dalam mendampingi anak anak. Respons positif ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh kecanduan gadget sangat relevan di tengah maraknya teknologi yang sedang mengalami pertumbuhan. Dengan penguatan kapasitas wali murid dan guru pendamping, diharapkan akan terjadi peningkatan pemantauan anak dalam menggunakan teknologi di masa kini.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen FKM Unimus dalam memperkuat pengembangan ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu keolahragaan yang bereputasi internasional dan berbasis nilai-nilai Islam, dengan unggulan pada inovasi teknologi kesehatan dan olahraga masyarakat. Anissa Putri Rialifka dan Nikmatul Maula mendampingi anak anak migran selama 28 hari di Pandan Indah, Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa Unimus tidak hanya belajar dari teori kesehatan tetapi memberikan kontribusi nyata dengan membagikan pengetahuan dan praktik kesehatan berbasis penyuluhan edukatif khususnya dalam meningkatkan pengetahuan bahaya penggunaan gadget kepada anak anak migran. Dengan semakin meningkatnya populasi anak anak migran, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi awal terbentuknya generasi muda yang bebas dari kecanduan gadget di wilayah asia, termasuk Malaysia (Nawawi/ Pengelola)







