FKM Unimus Gelar Sosialisasi Hibah PKKB: Wujudkan Integrasi Layanan Primer Melalui Posyandu Desa
![]() |
![]() |
![]() |
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (FKM Unimus) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Hibah PKKB Program Studi Independen/Proyek di Desa yang dilaksanakan pada Selasa, 15 Juli 2025. Kegiatan yang bertempat di Gedung Laboratorium Kesehatan (Labkes) Unimus lantai 4 ruang 411–413 ini diikuti oleh mahasiswa semester VI Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, dan menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mendukung implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui penguatan peran posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dekan FKM Unimus, Prof. Dr. Sayono, S.K.M., M.Kes (Epid), menegaskan pentingnya posyandu sebagai ekosistem pembelajaran kesehatan primer yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Posyandu adalah ekosistem layanan primer yang paling dekat dengan warga. Melalui hibah PKKB (Program Kompetisi Kampus Berdampak) dan skema MBKM, kami menyiapkan mahasiswa untuk terjun langsung memecahkan masalah kesehatan secara berbasis bukti dan kolaborasi lintas-sektor,” ungkap Prof. Sayono dalam sambutannya.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ulfa Nurullita, S.K.M., M.Kes. sebagai narasumber yang memaparkan materi mengenai implementasi ILP di posyandu. Dalam paparannya, beliau menjelaskan strategi pelibatan mahasiswa dalam program penguatan layanan primer, mekanisme pelaksanaan proyek di desa melalui skema hibah PKKB, serta pentingnya penyusunan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat setempat. Melalui diskusi dan sesi tanya jawab, para mahasiswa antusias menggali peluang keterlibatan mereka dalam kegiatan lapangan yang tidak hanya memberi pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat turut menambahkan bahwa kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mahasiswa. Beberapa luaran penting yang telah dihasilkan antara lain model perintisan Integrasi Layanan Primer di wilayah kerja puskesmas, pengembangan basis data kelompok sosial dan pemberdayaan masyarakat, hingga publikasi buku saku serta video pembelajaran berhak cipta. “Pengalaman lapangan ini membentuk kompetensi lulusan SKM yang mampu memecahkan masalah kesehatan secara komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, FKM Unimus berharap mahasiswa memperoleh pemahaman utuh tentang tujuan dan manfaat hibah PKKB, serta mampu mengembangkan ide-ide kreatif dalam memperkuat peran posyandu di desa. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap transformasi layanan kesehatan primer, baik melalui inovasi akademik maupun keterlibatan langsung dalam masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen universitas, FKM Unimus terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan puskesmas untuk memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis komunitas. Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan sinergis untuk menjawab tantangan kesehatan nasional.
Dengan semangat “Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Hati”, FKM Unimus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kemampuan adaptif terhadap dinamika kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui kegiatan hibah PKKB dan proyek di desa, mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari solusi nyata dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.










