Semarang – Aedes aegypti merupakan salah satu jenis nyamuk paling populer di masyarakat karena berhubungan dengan persoalan penyakit DBD yang seringkali menjadi penyebab kematian. Banyaknya macam penyakit yang ditularkan oleh jenis nyamuk ini menjadikan perhatian ilmuwan untuk melakukan berbagai kajian mendalam seputar perilaku dan sifat bionomiknya. Tak mau ketinggalan, dunia usaha melihat hal ini sebagai peluang untuk menciptakan produk yang dapat mengatasi keberadaan nyamuk Aedes di masyarakat. Banyaknya kajian ilmiah terhadap berbagai aspek kehidupan dari nyamuk Aedes aegypti menyebabkan kebutuhan akan spesies nyamuk ini menjadi meningkat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Laboratorium Epidemiologi FKM Unimus melakukan penangkaran nyamuk Aedes aegypti secara berkesinambungan. Bukan hanya memenuhi permintaan mahasiswa Unimus saja untuk penyelesaian tugas akhir, namun juga banyak mahasiswa perguruan tinggi lain bahkan peneliti mandiri yang telah memanfaatkan laboratorium Epidemiologi FKM Unimus untuk kajian yang berhubungan dengan Aedes aegypti. Hingga saat ini telah tersedia nyamuk Aedes aegypti generasi ke-10 dalam berbagai stadium baik telur, larva, pupa maupun dewasa. Ke depan, penangkaran nyamuk di laboratorium yang berada di lantai 4 gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu ini akan dikembangkan pada spesies lain yang banyak dibutuhkan untuk berbagai kajian lainnya seperti jenis Anopheles. (ds_72018)
0

You may also like

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Terpadu Unimus Adakan Workshop Tata Kelola Laboratorium
Mahasiswa FKM Unimus Ciptakan Alat Penghisap Jentik Nyamuk Untuk Turunkan Kasus DBD
Rapat Rutin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unimus untuk Peningkatan Kinerja

Q Prasetio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *