Semarang – Prihatin dengan kejadian demam berdarah yang selalu menjadi ancaman saat musim pancaroba, sekelompok mahasiswa program studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang berkreasi menciptakan sebuah alat penghisap jentik nyamuk. Bak gayung bersambut, ide cemerlang tersebut ditangkap oleh Ristekdikti dengan memberikan dana hibah untuk perancangan prototype hingga menjadi produk siap pakai yang dapat diaplikasikan di masyarakat khususnya daerah-daerah endemik penyakit DBD. Alat penghisap jentik nyamuk yang berbahan dasar pipa paralon ini diberi nama “ALON SITIK” yang merupakan kependekan dari Aspirator Paralon Penghisap Jentik. Alat sederhana ini mudah dibuat dan murah biayanya sehingga masyarakat dapat membuat sendiri setelah mengetahui spesifikasinya. Bahan yang diperlukan pun mudah diperoleh di pasaran. Menurut Feri Khamdani, ketua kelompok penggagas yang beranggotakan Rizky Wahyudi dan Salsabila HH, gagasan membuat aspirator jentik nyamuk yang praktis berawal ketika ada penugasan lapangan survey jentik nyamuk menggunakan aspirator sederhana dari pipa dan selang plastik. Dirasa banyak kekurangannya sehingga muncul gagasan memodifikasi sebuah alat penghisap jentik nyamuk yang praktis dalam penggunaannya. Sementara itu Didik Sumanto, dosen pembimbing kelompok kreatif mahasiswa tersebut berencana membukukan spesifikasi teknis produk alat sehingga mudah dipelajari masyarakat luas. Lebih lanjut katanya, bila memungkinkan akan mengurus Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk alat tersebut. Bagi masyarakat yang berminat mempelajari pembuatan alat ini dapat menghubungi FKM Universitas Muhammadiyah Semarang yang beralamat di Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Semarang, Gedung Labkes Terpadu Lantai 4.(DS)    
0

You may also like

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Terpadu Unimus Adakan Workshop Tata Kelola Laboratorium
Laboratorium Epidemiologi FKM Unimus Kembangkan Penangkaran Aedes aegypti untuk Penelitian
Rapat Rutin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unimus untuk Peningkatan Kinerja

Q Prasetio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *